Pengolahan Citra Digital

Pengolahan Citra Uji ke Negative , Biner dan Rotasi menggunakan Software Octave

Nama : Goro Sutarso Putra
Nim    : 1503030007
Dosen Pengampu : Arif Johar Taufiq S.T., M.T
Fakultas Teknik dan Sains
Universitas Muhammadiyah Purwokerto


Tugas ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengolahan Citra Digital


A. Citra uji ke Negative

       Citra negatif merupakan citra yang berkebalikan dengan citra asli, sama seperti film negatif hasil pengambilan citra dengan menggunakan kamera konvensional. Jika terdapat sebuah citra yang mempunyai jumlah gray level dengan range 0 - 255 ( 8 bit ).




Program Octave yang digunakan seperti berikut
clear;
function histo(Img)
% HISTO Digunakan sebagai contoh pembuatan histogram

[jum_baris, jum_kolom] = size(Img);
Img = double(Img);
Histog = zeros(256, 1);
for baris=1 : jum_baris
            for kolom=1 : jum_kolom
            Histog(Img(baris, kolom)+1) = ...
            Histog(Img(baris, kolom)+1) + 1;
            end
end
% Tampilkan dalam bentuk diagram batang
Horis = (0:255)';
bar(Horis, Histog);
endfunction
Img = imread('C:\Users\BOB\Pictures\singa.jpg');
Negatif= 255-Img;
subplot (2,2,1); imshow(Img); title ('Gambar Asli');
subplot (2,2,2); histo(Img); title ('Histo Gambar Asli');
subplot (2,2,3); imshow(Negatif); title ('Gambar Negatif');
subplot (2,2,4); histo(Negatif); title ('Histo Gambar Negatif');


B. Citra uji ke Biner

          Citra biner adalah citra dimana piksel-pikselnya hanya memiliki dua buah nilai derajat keabuan (grayscale) yaitu hitam dan putih. Pixel-pixel (picture elements) suatu objek akan bernilai 1 sedangkan pixelpixel latar belakang bernilai 0. Pada waktu menampilkan gambar, 0 adalah putih dan 1 adalah hitam. Jadi, pada citra biner, latar belakang berwarna putih  sedangkan objek berwarna hitam.

Program octavenya sebagai berikut

clc; clear;

Img = imread('C:\Users\BOB\Pictures\singa.jpg');

[tinggi, lebar] = size(Img);
ambang = 127; % Nilai ini bisa diubah-ubah
biner = zeros(tinggi, lebar);
for j=1 : tinggi
            for i=1 : lebar
            if Img(j, i) >= ambang
            Biner(j, i) = 0;
            else
            Biner(j, i) = 1;
            end
end
subplot(2,1,1); imshow(Img); title ('Gambar Asli');
subplot(2,1,2); imshow(Biner); title ('Gambar Biner');
end


C. Citra uji ke Rotasi
 
    Pengolahan Citra untuk memutar citra uji pada gambar yang di pilih
 

 
 Program octave yang digunakan seperti berikut

clear all;
F = imread('C:\Users\BOB\Pictures\singa.jpg');
[tinggi, lebar] = size(F);
sudut = 15; % Sudut pemutaran
rad = pi * sudut/180;
cosa = cos(rad);
sina = sin(rad);
F2 = double(F);
for y=1 : tinggi
for x=1 : lebar
x2 = round(x * cosa + y * sina);
y2 = round(y * cosa - x * sina);
if (x2>=1) && (x2<=lebar) && ...
(y2>=1) && (y2<=tinggi)
G(y, x) = F2(y2, x2);
else
G(y, x) = 0;
end
end
end
G = uint8(G);
subplot (2,1,1); imshow(F); title ('Gambar Asli');
subplot (2,1,2); imshow(G); title ('Gambar rotasi');


Referensi :
1. guru.technosains.com
2. arifjt.blogspot.com
3. dharmaapra

Comments

Fera Har-q said…
ya nama dosen sudah ada, yang kurang adalah link ke website dan blogsaya. diperbaiki lagi ya